Patani – DNA merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kita, ia merupakan cairan yang tersedia dalam tubuh manusia dan menjadi alat deteksi terbaik untuk menelusuri silsilah dan asal keturunannya.
Pengambilan sampel DNA Thailand terhadap warga Patani bertujuan menjerat seseorang melalui narasi tertentu, dengan mendakwa DNA tersebut ditemukan di tempat kejadian.
Apabila terjadi aksi bersenjata, seperti penyerangan bom, kontak tembak atau tindakan yang merusak citra institusi pertahanan Thailand, maka paramiliter Thailand senantiasa menangkap tersangka dengan dakwaan kecocokan DNA. Hal ini sangat bertolak belakang dengan hak asasi manusia.
Pengambilan sampel DNA tidak hanya pada pemuda dan pemudi, malah kanak-kanak dan orang tua juga ikut menjadi korban. DNA pada dasarnya singkatan dari Deoxyribonucleic Acid, faktanya, secara tidak sengaja Thailand mengubahnya menjadi Diskriminasi Nalar Atasan.
Penindasan adalah tindakan penguasa terhadap bawahan agar segala urusan lancar dengan baik. Penindasan juga bisa dianggap sebagai permainan politik militer diluar bingkai konstitusi negara.
Dengan demikian, suasana penindasan sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Patani dan lambat laun akan menjadi luar biasa jika pemerintah selalu melakukannya.
Hak bagi manusia pasti dituntut kembali selaras dengan ajaran Islam bahwa menjaga harga diri merupakan salah satu dari maksud yang dikehendaki syariat.
Editor: Aceh
![]()
